Freddy Hernawan

Sebuah catatan perjalanan panjang

Browsing Posts tagged Komputer

Hari ini, sambil nunggu client, saya ada nerima telepon interlokal nanyain soal “kena virus”. “duh virus lagi virus lagi” itu kalimat yang muncul dalam benak saya.

Soal virus kenapa banyak orang yang suka terkena? karena mereka tidak mengetahui ciri ciri virus. cuma ngandalin anti viri tanpa mau tahu apa sebenarnya file (virus) itu. padahal virus bisa saja bersembuyi di balik berbagai macam jenis file. dengan sedikit trik “human engineering” atau biasa saya sebut sebagai “kelemahan sifat manusia” maka dengan gampang orang akan terkena virus. contohnya misalnya buat saja file atau folder “cewek telanjang” pasti orang akan penasaran dan langsung berebut untuk melihatnya. utk melihatnya tentu dengan cara klik. tanpa berpikir panjang (hanya ikutin emosi doang) apakah hal itu palsu, palesu, fake, bohongan, tipuan ataupun sebutan lainnya. yah otomatis, jika file atau folder yang di tunggangi itu adalah virus, tetep (proses klik) itu akan mengeksekusi virus yang ada di dalam nya. continue reading…

Sabtu, 19 Januari 2008

Pemasangan dimulai pada pukul 10 pagi. Rencana awal rencana emasangan kabel akan melalui belakang rumah bang Irvan terus sampai ke pagar pembatas antara kedua kompleks kemudian menuju ke rumah saya. Kemudian rencana berubah, kabel tidak melewati belakang rumah seperti yang telah direncanakan. tetapi melewati parit kecil di depan rumah. Kabel harus melewati 2 buah rumah untuk sampai ke rumah saya. Hal ini ditempuh karena pemasangan kabel melewati jalur parit lebih dekat dari pada menggunakna jalur belakang rumah.

Pemasangan kabel ini dibantu oleh istri saya tercinta sampai belepotan kena air got yang hitam (sayang tidak ada fotonya). Kabel yang masuk ke rumah saya melewati dek. Sedangkan kabel yang masuk ke rumah bang Irvan melewati jendela kamar.
continue reading…

Setelah beberapa bulan (sekitar 3 bulan) harus menunggu keadaan keuangan yang bermasalah, dan keadaan batin (ini panjang ceritanya dan bukan konsumsi public. Pokoknya saya pertama beli laptop ketipu ama yang jual) yang juga bermasalah, akhirnya laptop yang di nanti-nantikan masuk ke genggaman tangan, walo belinya dengan orang lain. continue reading…