Beberapa hari ini saya berada di sisi dunia lain. Sisi dunia itu bukan berupa kenyataan, tapi hanya berupa fatamorgana, khayalan dan mimpi-mimpi belaka. Sisi dimana alam pikiran menjadi tidak ada gunanya. Kesibukan menjadi suatu utama. Tak sempat bersapa “hallo” sedikitpun. “ah betapa sombongnya aku” itulah kalimat yang sempat terlontar dalam batin, disela-sela ketika keberadaan jiwa ini berada di dunia lain itu.
Padahal, banyak sekali hal yang ingin aku sampaikan ketika aku berada dalam sisi lain kehidupanku itu. ah, memang itulah kelemahanku, ketika sudah masuk dalam dunia lain, pasti akan lupa pada dunia-dunia terdahulu. terlalu fokus pada suatu pemikiran, pekerjaan dan ke hobby-anku. terlalu menikmati apa yang sedang dikerjakan. mencari-cari alasan untuk tidak keluar dari apa yang sedang dilakukan. padahal, yang lain itu juga menunjang apa yang sedang dialami. continue reading…
Hari ini setelah pulang berbelanja di pasar ibu, istri saya ingin memesan gas elpiji yang sebentar lagi akan habis. Ternyata pasokan gas Elpiji di pasaran lagi habis alias kosong. waduh… bagaimana ini? katanya suruh konversi dari minyak tanah ke gas. seharusnya gas itu cukuplah. ini gas nggak minta lho, tapi beli!! tapi kok yah malah habis begini?? kepiye iki?



