Hallo, apa kabar saya..?
Sudah lama rasanya tidak online. Saya baik-baik saja. saya kemana saja? beberapa hari belakangan saya lagi sibuk ngurus kepindahan dari Pontiaak ke mempawah. Mulai dari ngurus berkas-berkas, cari rumah kontrakan di mempawah dan lain sebagainya. Semenjak diterimanya saya menjadi CPNS saya disibukkan oleh urusan surat menyurat yang mengharuskan saya untuk kesana kemari (Mempawah – Pontianak). Belum lagi urusan anak saya yang sudah mulai manja dan rewel.

Kadang saya ingin sekali menyempatkan waktu untuk menulis sebuah posting pada blog ini, tapi apa daya, nihil dari ide, terjepit oleh waktu, jauh dari laptop, terputus dari internet dan berbagai hal yang memang tak bisa dipungkiri. memang kadang saya membutuhkan waktu khusus untuk menentukan kata, ide dan alur yang cocok buat tulisan saya sehingga enak untuk dituliskan dan tentu nyaman untuk dibaca. terkadang ide tulisan muncul sekonyong-konyong tapi waktu tidak menentukan, misalnya saya lagi menggendong anak saya. Terpaksa ide dalam kepala saya menjadi hilang begitu saja.

Mulai bulan Februari 2009 ini saya menetap di Mempawah. Ternyata, banyak hal yang memang kurang di Mempawah, pusat pemerintahan Kabupaten Pontianak ini. Hal-hal yang saya rasa hilang dari apa yang biasa saya dapatkan diantaranya, Siaran Televisi Lokal. tidak adanya stasiun Relay atau pemancar ulang Televisi swasta maupun negeri mengakibatkan warga Mempawah tidak bisa menikmati siaran Televisi. Jadi, untuk menyaksikan acara di Televisi, mereka harus menggunakan Antena Parabola atau menyewa jaringan TV seperti Indovision.

Hal kedua yang sata rasakan kurang adalah, di Mempawah tidak ada Bank ataupun ATM BCA. ini sungguh menyulitkan saya, ketika harus mentransfer dana yang saya miliki pada Bank BCA. Solusi yang bisa saya lakukan diantaranya harus pergi ke Sei Pinyuh (sekitar 10-20 Menit dari Mempawah). Atau melakukan transaksi di BRI Mempawah tentu dengan membayar “uang imbalan”.

Hal ketiga, Air PAM disini tidak lancar dan keruh. Kadang jalan lancar, kadang juga tidak. kalaupun jalan, harus pakai sedot dengan mesin air. Airnya tidak sebening seperti air Galon, atau air hujan, warnanya agak kecoklatan seperti air sungai. kadang terlihat lebih jernih, kadang coklat muda.

Hal ke empat, di Mempawah fakir Warnet ataupun Cafe yang menyediakan Koneksi Internet dengan WLAN. Beberapa hari yang lalu saya sempat ke salah satu Cafe di Mempawah yang katanya hanya satu-satunya di Mempawah yang memiliki Koneksi Internet. Nama Cafe nya adalah Cafe CK. Letaknya di tepi sungai.