Sabtu, 07 Juni 2008. Biasanya hari Sabtu adalah hari santai saya. Tapi, Hari ini saya benar-benar merasa dibuat keteteran. Padahal nggak bener-bener sibuk, mungkin karena memang udah biasa santai (maklum pengangguran), dari yang dulunya kerja padat (ngantor), sekarang menjadi pekerja tanpa waktu tetap alias freelance.

Bekerja di Dual Computer

Hari ini adalah hari pertama saya bekerja di Dual Computer, yang bertempat di Jl. K. H, Ahmad Dahlan. Kebetulan, beberapa hari yang lalu, disana saya ditawarkan bekerja sebagai tehnisi, khusus yang menangani masalah UPS (Uninterruptible Power Supply). Awalnya saya diminta untuk bekerja tetap, karena Dual Computer adalah Distributor (Pontianak) untuk UPS merk Enlight, sehingga membutuhkan tenaga tehnis khusus UPS. Namun permintaan bekerja sebagai full time saya tolak, dengan alasan yang tidak dapat saya sebutkan disini. dengan alasan itu, saya hanya bisa bekerja sebagai Freelance.

So, bagi teman-teman sekota, se Pontianak, yang mau beli UPS, bisa pesan dengan saya :) khusus blogger saya korting, kasih harga lebih murah dari harga pasaran :)

Karena malamnya kurang tidur (biasalah, online baru asyik kalau malam) maka paginya saya kesiangan. Saya baru bisa ke Dual Computer jam 10 pagi. Inilah enaknya kerja freelance, bisa ngatur waktu sendiri :)

Nerima Telepon Buat diWawancarai

Sepeda Motor sudah saya siapkan didepan rumah dan bersiap akan menekan pedal gigi 1, baru saja akan berangkat ke Dual Komputer (kantor saya yang baru), tiba-tiba ada suara yang datangnya dari handphone saya. sempat dibenakkan saya beranggapan mungkin telepon itu dari Dual Komputer, karena datangnya siang bener kali ye. Tapi anggapan itu tak berlangsung lama, dilayar panggilan muncul nomor telepon yang tak pernah tercatat dalam HP saya. Siapakah ini?

Saya menekan tombol hijau pada handphone saya, yang bicara cowok. dia ngaku sebagai temannya bang Akim. logat jawanya yang kental terlihat kalau dia baru saja tinggal di kota Pontianak. dia mulai memperkenalkan dirinya dengan berucap "Mas, saya Danila, temannya bang Akim". saya cuma manggut-manggut. Karena Memang hari sebelumnya (Jum’at, 06 Juni 2008) saya mendapatkan kiriman SMS dari bang Akim, menanyakan kesediaan saya buat diwawancarai oleh teman wartawannya. Ternyata hari ini benar-benar wartawannya nelpon.

Buat janji

Masih berdiri didepan rumah dengan bersandar di sepeda motor saya bicara dengan Denila via jaringan GSM.

Danila: "Mas, kapan kita bisa ketemuan?" Danila mulai bertanya.

Saya: "bagaimana kalau siang ini saja? jam jam istirahat siang, sekitar jam 1?"

Danila: "Bisa… bisa… , lalu dimana yah mas?"

Saya: "Enaknya dimana yah…?"

Danila: "Bagaimana kalau dikantor mas nya aja?"

Saya: "Jangan dikantor, kurang nyaman tempatnya buat wawancara"

…… setelah panjang lebar tawar menawar tempat untuk wawancara, akhirnya Danila minta ketemuan di warkop Depan hotel Orchad. Saya menyetujuinya.

Setelah sambungan telepon berakhir, saya buru-buru bergegas ke kantor saya yang baru :P

Sebenarnya hal apa sih yang mau di wawancarai Danila? Hal yang diwawancari adalah tentang komunitas Borneoblogger (komunitas blogger di Pontianak) dan Speedy Club. Walaupun saya juga termasuk dalam keanggotaan Speedy Club, tapi saya mikir saya bukan orang yang berkompetensi untuk menjawab pertanyaan yang barkaitan dengan Speedy Club, maka saya coba untuk menghubungi teman-teman yang khusus pemegang tampuk kepemimpinan di Speedy Club.

Nah, sampai di Dual Computer saya bukan nya langsung ambil atau milih UPS mana yang mau dibenerin, tapi malah buka HP, lalu Nelepon Fifi, selaku seketaris(?) di speedy kalbar Club, nanyain Nomor HP nya Reza (pemangku ketua Speedy Club). Mulai Nelepon Reza, Ternyata si abang yang satu ini sedang dalam perjalanan ke luar kota. Sedangkan Bang Rovich juga keluar kota. Wah, siapa nih yang mewakili dari speedy Club?

Ternyata, berkat mbak fifi yang gencar telepon sana telepon sini, akhirnya dari pihak speedy Club yang bisa hadir adalah Om Ghofur dan Mr. Motosuki. Terima kasih banget buat Mbak Fifi.

Jujur aja, dalam kerja tadi saya nggak konsen, mikir siapa aja yang bisa nemenin saya buat diwawancarai. kerjanya pun jadi keburu-buru, ngejar jam 1 ada janji.

Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Dari Dual Komputer saya langsung menuju ke winnie (nama Warkop) tempat kumpulnya. Belum sempat saya sampai, ternyata ada telepon dari Om ghofur. nggak saya angkat karena memang sudah mau sampai. Orang pertama yang saya temui adalah Om Ghofur.

Karena merasa baru pertama kalinya bertemu dengan danila (wartawan itu), jelas belum pernah liat wajahnya kan. saya telepon danila. saya liat liat sekeliling, ada seseorang yang angkat telepon, Nah, baru deh liat wajah aslinya danila.

Tak berlangsung lama percakapan dimulai, Om Yudhi datang. katanya dia datang dengan berjalan kaki dari hotel Peony. Ada acara katanya disana. Diparkiran sepeda motornya nggak bisa keluar karena terhadang motor lain, jadinya yah jalan kaki. :)

Untuk hasil wawancaranya liat aja nanti :) oiya, ngomong-ngomong, masuk koran mana nih..? kata Danila namanya Tribune Pontianak.

Singkat kata, singkat cerita, setelah selesai wawancara, sekitar jam 2 lewat, hampir jam setengah tiga, saya buru-buru pulang kerumah sebentar, buat isi perut. dan jam 3 lewat 13 saya kembali lagi ke Dual komputer untuk bekerja kembali.

Lupa Ambil kartu Halo nya

Saking asyiknya bekerja di kantor saya yang baru itu, saya sampai lupa buat ke grapari telkomsel, untuk mengambil kartu halo yang 2 hari lalu saya pesan. baru ingat setelah jam menunjuk ke pukul 5 kurang 15. saya buru-buru pamit pulang, maksain diri ke grapari telkomsel, supaya bisa nyobain langsung akses Flash malam ini. Ternyata, setelah sampai di depan grapari, kantornya sudah tutup. Yah… musti senen deh :(

Duh, bener-bener hari yang pendek, dengan segala macam aktifitasnya.