Berjalan menelusuri lorong-lorong kesepian. Diantara lalu lalang lalu lintas yang ramai itupun aku masih merasa sepi. kesepian itu tak berlangsung lama. Pada sebuah persimpangan di ujung lorong, kutemui seseorang. Asing bagiku, karena memang itu adalah pertama kali aku melihat dirinya.
Pertemuan dimulai dengan sabda-sabda kepastian. Sebuah nilai yang memang absolut, tak akan berubah sepanjang zaman, dari lahir sampai ke liang lahat. Nama, umur dan lain sebagainya sebagai tanda perkenalan.
Pertemuan itu tak berlangsung lama. Sekelebat, melesat seperti burung gereja yang menyambar anai-anai di sore hari yang beterbangan. Hening, sehening malam di tengah hutan rimba. Atau ini hanya perasaanku saja?
Di akhir perjumpaan, dia hanya meninggalkan sedikit pesan saja untukku. "Sampai jumpa besok malam. Jangan lupa".
Okey, aku akan datang. aku janji akan datang ke pertemuan itu. Sampai jumpa Besok malam kawan.





Comments
Leave a comment Trackback